Bilangan ini terdapat di SPBU yang menunjukkan kualitas bensin. Semakin tinggi angka tersebut semakin mahal pula karena kualitasnya. Angka tersebut adalah bilangan oktan. Semakin besar bilangan oktan tersebut semakin baik untuk tenaga mesin karena menghasilkan pembakaran yang sempurna. Angka “92” maksudnya adalah 92% isooktana dan 8% n-heptana. Karena n-heptana rantai lurus, titik didihnya akan lebih tinggi dibanding isooktana (rantai bercabang). N-heptana tersebut menghasilkan pembakaran yang tidak sempurna sehingga menimbulkan suara ketukan pada mesin yang menyebabkan mesin aus. Sementara itu isooktana (rantai bercabang) mudah untuk terbakar sempurna. Oleh karena itu, standar mutu bensin berdasarkan pada isooktananya.
Cara Memperoleh Minyak Bumi
Tahap pertama adalah eksplorasi, mencari keberadaan minyak bumi. Di dasar laut akan ada lipatan-lipatan batuan. Dari permukaan air laut, manusia bisa memancarkan gelombang seismik ke dasar laut. Gelombang seismik diciptakan menggunakan ledakan kecil, ledakan tersebut akan menghasilkan gelombang dan mengirimkannya sampai kedalaman tertentu. Apabila ada lipatan batuan atau struktur batuan yang menggelembung (anti cline), gelombang akan dipantulkan kembali ke permukaan air. Pantulan ini dapat dideteksi oleh sensor, sehingga manusia dapat mengetahui secara akurat posisi minyak bumi.
Tahap kedua adalah eksploitasi. Eksploitasi adalah rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan minyak bumi. Kegiatan ini meliputi pengeboran dan penyelesaian sumur, pembangunan sarana pengangkutan, penyimpanan, dan pengolahan untuk pemisahan dan pemurnian minyak.
Minyak mentah yang diperoleh dari dasar laut berupa cairan kental dan berwarna hitam. Minyak tersebut belum bisa dipakai langsung harus dipisahkan terlebih dahulu. Minyak bumi terdiri dari fraksi-fraksi minyak bumi yang memiliki titik didih yang tertentu. Manusia bisa memisahkan dengan cara distilasi bertingkat. Distilasi adalah suatu metode pemisahan kimia berdasarkan pada kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas bahan). Dengan prinsip menguapkan cairan dan pengembunan kembali uap tersebut dengan titik didihnya masing masing. Setelah dipisahkan baru kita dapat menggunakannya sebagai gas kompor, bensin, bensin, dll.
Dari Mana Asal Minyak Bumi?
Istilah minyak bumi diterjemahkan dari bahasa latin (petroleum) artinya petrol (batuan) dan oleum (minyak). Nama ini diberikan kepada fosil hewan dan tumbuhan yang terpendam selama berjuta-juta tahun bersama air laut di dalam lapisan kerak bumi yang ditemukan dalam kulit bumi berupa minyak bumi. Minyak bumi terbentuk dari fosil-fosil hewan dan tumbuhan yang hidup di laut dan tertimbun selama berjuta-tahun. Ketika hewan dan tumbuhan laut mati, jasad mereka akan tertimbun pasir dan lumpur di dasar laut. Selama ribuan tahun, akibat pengaruh tekanan dan suhu bumi yang tinggi, pasir dan lumpur akan berubah menjadi batuan yang melapis. Akibat tekanan dan panas bumi secara perlahan (jutaan tahun) jasad-jasad tersebut akan berubah menjadi minyak mentah.